Kamis, 19 Februari 2015

RANGKUMAN FISIKA IPA



Pelajaran fisika lebih banyak menghitung dan hanya beberapa bab saja yang berisi materi selebihnya banyak rumus yang harus di pakai. gak perlu repot repot lihat buku dalam dukumen ini pelajaran dari kelas 10 sampai 12 yang berisi Rangkuman Rumus-Rumus lengkap.seperti angga penting usaha kalur kapasitir termodinamika implus dan banyak lagi Tinggal Download gampang kan. saran nih lebih baik di prin jadi gak perlu lihat komputer atau laptop kalau lagi penting tinggal baca.



Minggu, 15 Februari 2015

Makalah Pengaruh Faktor Eksternal Pada Pertumbuhan Tumbuhan

Tujuan
Untuk mengetahui pengaruh cahaya air dan nutrisi terhadap pertumbuhan dan perkembangan kacang hijau


Landasan Teori
            Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran (diantarnya volume, massa, dan tinggi) serta jumlah sel secara irreversible (tidak dapat kembali ke bentuk semula). Pertumbuhan bersifat kuantitatif (dapat diukur) menggunakan auksanometer. Pertumbuhan terjadi karena pertambahan jumlah sel dan pembesaran sel. Proses ini terjadi akibat pembelahan mitosis pada jaringan bersifat meristematik. Contoh, pertambahan tinggi batang dan jumlah daun.

            Perkembangan adalah proses terspesialisasi sel menuju ke bentuk dan fungsi tertentu yang mengarah ke tingkat kedewasaan yang bersifat kualitatif (tidak dapat dihitung) dan irreversible. 

Maklah Ini Berdasarkan Pengamatan Sendiri yang dilakukan selama 7 hari secara berturut turut untuk melihat pertumbuhan dan pekrbnagan dari biji kecambah yang di tamnam melakui 3 media yaitu media air, media pupuk, dan media cahaya. untuk lebih lengkapnya silahkan langsung download makalahnya


LAPORAN PRAKTIKUM INGENHOUSZ

Salah satu contoh proses metabolisme (anabolisme) yang sering kita dengar adalah proses fotosintesis. Proses tersebut terjadi pada tumbuhan berklorofil, tepatnya pada jaringan tiang / palisade dan bunga karang pada mesofil daun. Pada sel palisade atau bunga karang, proses ini terjadi di dalam sebuah organel yaitu kloroplas. Seperti yang telah diketahui, proses ini hanya dapat terjadi pada saat ada cahaya. Cahaya itu dapat berupa cahaya matahari maupun cahaya lampu, yang penting dalam cahaya tersebut terdapat sinar putih yang merupakan spektrum cahaya dari cahaya mejikuhibiniu (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Selain cahaya matahari, proses fotosintesis juga membutuhkan karbon dioksida dan air.
yu langsung aja di Download Laporannya untuk tau lebih lengkapnya :D


Sabtu, 07 Juni 2014

Percobaan titrasi asam lemah dan basa kuat

Titrasi Asam Lemah dan Basa Kuat
Tujuan :
Melakukan titrasi asam basa untuk menentukan konsentrasi dan kadar suatu larutan beserta grafiknya
Landasan Teori :
Titrasi adalah penambahan larutan baku (larutanyang telah diketahui dengan tepat konsentrasinya) ke dalam larutan lain denganbantuan indikator sampai tercapai titik ekuivalen. Titrasi dihentikan tepat padasaat indikator menunjukkan perubahan warna. Saat perubahan warna indikatordisebut titik akhir titrasi
perubahan pH pada reaksi asam–basa. Suatu asam yang mempunyai pH kurang dari 7 jika ditambah basa yang pH–nya lebih dari 7, maka pH asam akan naik, sebaliknya suatu basa jika ditambah asam, maka pH basa akan turun. Apabila penambahan zat dilakukan tetes demi tetes kemudian dihitung pH–nya akan diperoleh kurva titrasi, yaitu grafik yang menyatakan pH dan jumlah larutan standar yang ditambah.

Alat dan Bahan :
1
Buret
50 ml
2
Corong

3
Pipet volume
10 ml
4
Erlanyer
250 ml
5
Gelas kimia
250 ml
6
Larutan NaOH
50 ml
7
Larutan CH3COOH
50 ml
8
Ndikator fenolftalein

9
Labu ukur
250 ml




Cara Kerja
1.       Bersihkan buret dan bilas dengan larutan NAOH sebanyak 3 kali
2.       Masukkan larutan NaAOH kedalam Buret menggunakan corong sampai volume melebihi skala nol buret. Atur volume pada larutan NAOH pada buret tepat skla nol.
3.       Ambil 20 ml larutan cuka menggunakan pipet volume dan masukkan ke dalam labu ukur 250 ml, kemudian encerkan ! ambil larutan cuka encer 10 ml dan masukkan kedalam erlenmeyer
4.       Tambahkan 3 tetes indikator fenolftalein
5.       Lakukan titrasi dengan menetesi NAOH dari buret secara perlahan sampai larutan berubah warna menjadi merah
6.       Ukur pH  titrasi setiap 1 ml NAOH menggunakan pH-meter atau kertas indikator universal !
7.       Hentikan titirasi dan catat larutan volume larutan NAOH dalam buret
8.       Hitung selisih bolume semula dengan volume akhir larutan NAOH dalam buret
9.       Ulagi percobaan sekali lagi
10.  Hitung konsentrasi larutan CH3COOHA dengan rumus    N1.V1 = N2.V2
Data Hail Pengamatan
Volume CH3COOH
Volume NaOH
pH Campuran
20 ml
13 ml
9

Pembahasan
Titrasi adalah penambahan larutan baku (larutanyang telah diketahui dengan tepat konsentrasinya) ke dalam larutan lain dengan bantuan indikator sampai tercapai titik ekuivalen. Titrasi dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna. Saat perubahan warna indikator disebut titik akhir titrasi
Titrasi juga merupah metode yang digunakan untuk menentukan banyaknya suatu larutan dengan konsentrasi yang telah di ketehui agar tepat habis bereaksi dengan sejumlah larutan yang dianalisis. Titasi asam-basa merupakan suatu cara yang cukup teliti untuk menentukan konsentrasi suatu asam maupun basa
Pada percobaan saya dan Rio Rajamia, volume CH3COOH 20 ml di campurkan dengan NaOH yang di masukkan ke dalam buret  hingga volumenya berada di skala nol, larutan CH3COOH 20 ml yang konsentrasinya belum di ketahui itu di masukkan kedalam erlenmeyerdan di teteskan 3 indikator fenolftalein lalu di teteskan larutan NaOH dari buret sedikit demi sedikit hingga warnanya berubah menjadi Merah Muda. Dan di ukur menggunakan indikator universal yang menghasilakan pH 9 , jadi pH campuran antara CH3COOH dan NaOH adalah 9
Lalu kami membandingkan menggunakan rumus apakah sama pH pada perhitungan dengan percobaan
Menggunakan perhitungan
M1NaOH      = 13 ml
V1 NaOH          = 0,1 M
M2 CH3COOH = ?
V2 CH3COOH    = 20 ml
M1 V1 = M2 V2

Jadi M2     =   M1.V1/ V2

                  =   13ml . 0,1M / 20 ml

                 =  0,065
Jadi konsentrasi dari CH3COOH adalah 0,065
Setelah kita mendapatkan konsentrasi dari CH3COOH, hitung mol masing masing larutan
Dengan rumus   Mol = M X V
Mol NaOH           = 13 ml . 0,1 M
                    = 1,3 mmol
Mol CH3COOH  = 20 ml . 0,065M
                   = 1,3 mmol
Setelah kita mendapatkan masing masing mol maka kita reaksikan
      NaOH (aq) + CH3COOH (aq)  - - - - > NaCH3COO (aq) + H20 (l)
M    1,3                 1,3                         -       
R     1,3                 1,3                         1,3                         1,3
A   -            -                                     1,3                         1,3
Dari reaksi ni garam dari basa kuat dan asam lemah terbentuk dan memberikan sisa yaitu 1,3
NaCH3COO - - -  > Na+ + CH3COO-
1,3                            1,3      1,3
CH3COO- =  mol / V total          =  1,3 / 33          = 0,039
Setelah kita mendapatkan konsentrasi dari CH3COO kita dapat masukkan kedalam rumus hidrolisis basa dengan harga ka 1 X 10-5
[OH-] =  akar KW / KA .x M(CH3COO)
         = akar 1x10^-14 / 1x10^-5 X 0,039
         = 6,2 X 10-6
POH = 6- log 6,2
pH = 14-(6-log6,2)
      =8,79 di genapkan menjadi 9
pH saat melakukan percobaan adalah 9 dan saat hitung menggunakan rumus menghasilkan 8,79 yang di genapkan menjadi 9 jadi pH campuran antara CH3COOH Ddan NaOH adalah 9
 
Kesimpulan
·        Suatu asam yang mempunyai pH kurang dari 7 jika ditambah basa yang pH–nya lebih dari 7, maka pH asam akan naik, sebaliknya suatu basa jika ditambah asam, maka pH basa akan turun
·        Titrasi dihentikan tepat pada saat indikator menunjukkan perubahan warna. Saat perubahan warna indikator disebut titik akhir titrasi
·        Antara pH campuran saat percobaan dan di tes dengan indikator menunjukkan pH 9 dan saat di hitung menggunakan rumus juga menghasilkan 9
Saran
Sebelum memulai percobaan baiknya berdoa agar jalan kegiatan dapat berjalan dengan lancar, gunakan lah baju lap dan berhati hati saat melakukan percobaan ingat tata cara kerja di laboratorium. Serta dengarkan intruksi dari guru pembimbing agar tidak terjadi kesalahan.
Sumber
Kimia michel purba untuk kelas XI semester 2b
LKS kimia untuk kelas XI semester 2 intan pariwara
http://iissuryani1993.blogspot.com/2012/08/laporan-pratikum-kimia.html



















Nama Mita Malinda

Kelas XI-IPA 2

Minggu, 04 Mei 2014

TEKANAN HIDROSTATIS Membuat seperangkat pipa U

TEKANAN HIDROSTATIS
Tujuan : 
menentukan hubungan antara tekanan hidrostatis (ph) dengan kedalaman (h)

Landasan teori :
 Tekanan Hidrostatik adalah tekanan pada zat cair yang diam sesuai dengan namanya (hidro: air dan statik: diam). Atau lebih lengkapnya Tekanan Hidrostatik didefinisikan sebagai tekanan yang diberikan oleh cairan pada kesetimbangan karena pengaruh gaya gravitasi.
Hal ini berarti setiap benda yang berada pada zat cair yang diam, tekanannya tergantung dari besarnya gravitasi. Adakah hal lain yang mempengaruhi besarnya tekanan hidrostatik? Ya ada yaitu: kedalaman/ketinggian dan massa jenis zat cair.
Tekanan di dalam zat cair disebabkan oleh adanya gaya gravitasi yang bekerja pada tiap bagian zat cair, besar tekanan itu bergantung pada kedalaman, makin dalam letak suatu bagian zat cair, semakin besar tekanan pada bagian itu. Tekanan di dalam fluida tak bergerak yang diakibatkan oleh adanya gaya gravitasi disebut tekanan hidrostatika.

Alat dan Bahan :
·         Seperangkat pipa U
·         Mistar
·         Air
·         Gelas Beker
·         Minyak Goreng

Cara Kerja
1.       Siapkan perangkat pipa U (Selang U di sambungkan dengan corong titutup balon) dan isilah selang dengan air berwarna. Pastikan posisi air dalam pipa U sama dengan tingginya
2.       Masukkan Corong ke dalam air yang berada dalam gelas beker dan ukurlah kedalaman h
3.       Ukurlah tekanan hidrostatis yang di timbulkan oleh air dalam gelas dengan mengukur jarak perbedaan ketinggian air berwarna pada pipa U misalnya ph = Δl cm air
4.       Ulangi langkah (2) (3) dengan mengubah kedalaman corong h, tetapi fluidanya tetap.

Data Hasil Pengamatan
Pada Fluida Air
No
h   (cm)
ph = Δl cm air  (cm air)
1
3.5
1,5
2
4
2
3
5
2,5
4
5,3
3
5
7
3,5


Pada Fluida Minyak
No
h   (cm)
ph = Δl cm air  (cm air)
1
1
1
2
2,5
2
3
3,5
2,5
4
4
3
5
5
4

Pembahasan
Pada praktikum yang telah kami lakukan dengan menggunakan Minyak dan air yang di masukkan kedalam pipa u, dengan perbedaan tinggi dan kedalaman yang berbeda dapat kita lihat bahwa pada percobaan fluida air saat kedalaman corong yang masuk kedalam air (h) 3.5 cm, dan tinggi fluida pada pipa u yang di sebabkan oleh tekanan hidrostatis yang berasal dari fluida pada gelas beker 1,5 cm, dan pada kedalaman (h) 4 cm, yang menghasilkan 2 ph = Δl cm air  (cm air), begitu juga dengan selanjutnya pada fulida air saat (h) 5 cm dan 2,5 ph = Δl cm air  (cm air) , saat (h)  5,3 dan 3 ph = Δl cm air  (cm air), saat (h 7dan 3,5 ph = Δl cm air  (cm air). Jadi Semakin dalam corong masuk kedalam gelas beker yang berisi fluida maka semakin tinggi pula tekanan yang dihasilkan semakin besar.
Begitu juga dengan Pada Fluida Minyak semakin tinggi atau semakin dalam permukaan zat cair dalam wadah, zat cair tersebut akan semakin besar sehingga tekanan yang di kerjakan zatcair pada dasar wadah semakin besar. Begitu juga dengan fluida minyak saat  (h) 1   1 ph = Δl cm air  (cm air) saat (h) 2,5 dan  2 ph = Δl cm air  (cm air) saat (h) 3,5 dan  2,5 ph = Δl cm air  (cm air), saat (h) 4 dan 3 ph = Δl cm air  (cm air), saat (h) 5  dan 4 ph = Δl cm air  (cm air)

Kesimpulan
Tekanan Hidrostatik adalah tekanan pada zat cair yang diam sesuai dengan namanya (hidro: air dan statik: diam). Atau lebih lengkapnya Tekanan Hidrostatik didefinisikan sebagai tekanan yang diberikan oleh cairan pada kesetimbangan karena pengaruh gaya gravitasi. Semakin dalam suatu benda masuk kedalam fluida, semakin besar pula tekanan hidrostatis yang dihasilkan. Begitu juga dengan Pada Fluida Minyak semakin tinggi atau semakin dalam permukaan zat cair dalam wadah, zat cair tersebut akan semakin besar sehingga tekanan yang di kerjakan zatcair pada dasar wadah semakin besar.

Saran
Dengarkan intruksi dan arahan dari guru agar praktikkum berjalan dengan baik. Setelah menggunakan alat alat sebaiknya di kembalikan di letakkan di tempat semula

Sumber
http://riskafajrulummi.blogspot.com/2013/04/tekanan-hidrostatis.html



Senin, 17 Maret 2014

Mempelajari Indikator Asam-Basa dari Bahan-Bahan Alami

Judul
Mempelajari Indikator Asam-Basa dari Bahan-Bahan Alami

Tujuan
Untuk mengetahui perubahan warna pada indikator alami saat di campur dengan larutan asam-basa

Dasar Teori
Setiap zat atau senyawa mempunyai sifat asam ,basa atau netral. Kita dapat menentukan apakah zat atau senyawa itu asam, basa atau netral dengan menggunakan indikator. Indikator ini dapat berupa indikator universal atau lakmus biru - lakmus merah yang dibuat di laboratorium, atau juga dapat menggunakan indikator asam-basa dengan bahan yang di dapat dari alam seperti tumbuhan .Indikator asam-basa alami menggunakan bahan-bahan dari alam seperti bunga sepatu, bunga mawar, bunga kamboja, bunga kenanga, bunga anggrek hutan, kunyit dan beberapa jenis tumbuhan lainnya. Indikator asam-basa  yang dapat memperlihatkan warna berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan larutan yang bersifat basa.

Alat dan Bahan
Gelas Beker
Pipet Tetes
mortal dan pastle
Kertas saring
Tabung reaksi
Larutan Asam(cuka)
Larutan Basa (Air Kapur)
Bunga kamboja, Bunga kenanga, Bunga anggrek hutan, Bunga kol ungu, dan Kunyit

Cara Kerja
Haluskan beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dengan kira-kira 5 mL air suling dalam limpang porselen. Tempatkan air bunga ini ke dalam dua tabung reaksi masing-masing sebanyak 1 mL. Ke dalam tabung pertama, tambahkan beberapa tetes larutan cuka ; sedangkan ke dalam larutan kedua, tambahkan larutan Air Kapur. Guncangkan tabung, kemudian amati dan catat perubahan warna yang terjadi.

Hasil Pengamatan
Nama Bunga
Warna Air Bunga
Warna Air Bunga + Larutan Cuka
Warna Air Bunga + Air Kapur
Kamboja Kuning
Kuning
Kuning
Kuning
Kamboja Merah
Merah Bata
Merah Bata
Coklat
Kol Ungu
Ungu
Merah Keunguan
Hijau
Kenanga
Coklat muda
Coklat Muda
Kuning
Anggrek Hutan
Coklat Pudar
Pink muda
Kuning
Kunyit
Kuning
Kuning
Orange


Analisis Data/Pertanyaan
Dari pengujian dengan air bunga, air bunga yang manakah yang dapat digunakan sebagai indikator asam-basa yang baik? Jelaskan jawabanmu
-> bunga Kol Ungu, karna warna asli dari bunga Kol ungu itu berwarna ungu setelah di campur larutan asam(cuka) berubah menjadi warna merah keunguan dan saat di campur lagi dengan larutan basa(air kapur) dari warna ungu berubah menjadi berwarna Hijau. Karena pada ekstrak bunga tersebut mengalami perubahan warna saat ditetesi dengan larutan asam maupun basa. Suatu bahan dapat dijadikan indikator asam basa atau tidak, yakni jika dengan ditambah atau dikurangi ion H+, larutan bahan itu akan berubah warna. Perubahan warna  ini terjadi karena adanya pergeseran kesetimbangan ke kiri jika ditambah ion H⁺ dan ke kanan jika ion H⁺ berkurang atau bertambahnya ion OH¯.

Pembahasan
Berbagai bagian dari tumbuhan yang berwarna dapat digunakan sebagai indikator asam basa. Pada umumnya bahan yang dengan warna mencolok memiliki sifat memberikan warna yang berbeda pada suasana asam dan basa. karna pada kelopak bunga tumbuhan memiliki pigmen sehingga ketika diekstrak menghasilkan berbagai warna.
indikator itu dibagi menjadi 2 macam, yaitu indikator alami dan indikator buatan.
a.       Indikator Alami
Indikator alami yaitu indikator yang berasal dari bahan-bahan alami, dimana cara memperolehnya yaitu dengan cara mengekstrak. Prinsip indikator adalah bahan yang memberikan warna berbeda pada zat yang bersifat asam dan basa. Indikator alami yang biasa dipakai dalam pengujian asam basa adalah tumbuhan yang berwarna mencolok, berupa bunga-bungaan,umbi-umbian, kulit buah dan dedaunan.
b.      Indikator Buatan
Indikator buatan yaitu indikator siap pakai yang sudah dibuat di laboratorium atau pabrik alat-alat kimia. Contohnya adalah kertas lakmus, indikator universal, larutan indikator, pH meter.
Pada percobaan ini kami akan menggunakan indikator dari yang alami yaitu yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Pada percobaan kali ini kami menggunakan bunga Kamboja kuning, kamboja merah, kol ungu, kenanga, dan kunyit sebagai indikator asam dan basa.

 --> Dari hasil penelitian kami, Bunga Kamboja Kuning yang warna awalnya adalah kuning saat di tetesi larutan asam(cuka) memberikan warna kuning sedangkan saat di tetesi larutan basa(air kapur) juga tetap berwarna kuning yang berarti bunga kamboja kuning ini kurang baik atau tidak dapat di jadikan indikator asam-basa karna tidak berubah saat di tetesi larutan asam maupun basa.

   -->Bunga Kamboja Merah setelah di perah dengan kertas saring menghasilkan warna merah bata saat di tetesi larutan asam(cuka) tetap berwarna merah bata dan saat di tetesi larutan basa(air kapur) berubah menjadi coklat, pada bunga kamboja merah ini tidak sama dengan kamboja kuning yang saat di larutkan asam-basa tetap berwarna kuning, pada kamboja merah ini bisa di jadikan indikator asam- basa karna memiliki warna yang lumayan mencolok .

  --> Pada bunga kol ungu warna aslinya berwarna ungu tetapi saat di campur dengan larutan asam(cuka) berubah menjadi warna merah keunguan dan saat di campur dengan larutan basa(air kapur) berubah juga menjadi warna hijau, berarti bunga kol ungu ini bisa menjadi indikator  asam-basa yang baik karna mengandung pigmen yang membuat bunga kol ini memiliki warna yang mencolok yang saat di uji  dengan larutan asam-basa dengan mudah dapat berubah warna

  --> Bunga kenanga ini saat di peras berwarna coklat muda dan saat di teteskan larutan asam(cuka) menggunakan pipet tetes tetap berwarna merah muda dan saat di larutan basa(air kapur) menggunakan pipet tetes berubah menjadi warna kuning, bunga kenanga ini dapat di jadikan indikator asam-basa

 -->Bunga Anggrek Hutan, warna air bunga berwarna coklat pudar saat di tetesi larutan asam(cuka) berubah menjadi warna merah muda sedangkan saat di tetesi larutan basa(air kapur) berubah menjadi kecoklatan. Pada percobaan bunga anggrek hutan ini karna saat di campur larutan asam dan basa menghasilkan warna yang berbeda yaitu merah muda(asam) dan kecoklatan(basa) maka bisa jadikan indikator asam-basa

 -->Kunyit ini saat di peras menggunakan kertas saring menghasilkan warna kuning dan saat di campurkan dengan larutan asam(cuka) tetap berwarna kuning sedangkan saat di tetesi dengan larutan basa(air kapur) berubah menjadi warna orange. Kunyit ini juga dapat menjadi indikator asam-basa.


Kesimpulan
Tidak semua tumbuhan dapat menajdi indikator yang baik hanya tumbuhan dengan warna yang mencolok yang dapat dijadikan sebagai indikator yang baik, karna pada kelopak bunga tumbuhan memiliki pigmen sehingga ketika diekstrak menghasilkan berbagai warna.
Indikator asam-basa  yang  baik dapat memperlihatkan warna berbeda dalam larutan yang bersifat asam dan larutan yang bersifat basa.
Menggunakan bunga yang dari jenis yang sama belum tentu sama dan bisa menjadi indikator asam-basa , seperti saat percobaan kamboja kuning saat di campur larutan asam(kuning) basa(kuning) sedangkan kamboja merah di campur larutan asam(merah bata) basa(coklat).
Bunga yang dapat di gunakan menjadi indikator yang baik yaitu bunga kol karna saat di campur larutan asam(merah keunguan) basa(hijau) dengan warna awal ungu
Bunga yang tidak dapat menjadi indikator asam-basa adalah bunga kamboja kuning karna saat di campur larutan asam(kuning) basa(kuning) dengan warna awal kuning tidak berubah sama sekali
Bunga kenanga, anggrek hutan, dan kunyit dapat di jadikan indikator asam-basa karena saat di campur larutan asam-basa warna bunga tersebut berubah.

Saran
setelah melakukan praktikku, bersihkan alat alat yang telah di gunakan dan kembalikan ketempat asalnya. Dan saat memulai praktikkum mulailah dengan berdoa agar percobaan bisa berjalan dengan lancar dan hikmah, insyaallah amin
Sumber
http://tuins.blogspot.com/2009/09/indikator-asam-basa-alami.html
Buku Kimia penerbit Erlangga, Michael Purna, Ktsp 2006.





















Nama : Mita Malinda


jari3.jpgKelas : XI-IPA 2